Bekasi, 22 April 2017
Sabtu, 22 April 2017
Sesak di dada
Bekasi, 22 April 2017
Senin, 06 Februari 2017
Bukan Sebagai Kita
Malam ini ditemani dinginnya udara kota Malang, kubiarkan kenangan dari masa lampau datang merambati tiap ruas dinding kenangan.
Mengeja ulang tiap kata yg pernah terucap, janji yg sempat terikat. Melangkahi tiap sudut kota yg dulu kita singgahi. Tiap kata, janji & tempat itu menghajarku tanpa ampun, menenggelamkanku ke dalam rindu yg utk bernapas sejenakpun tak sanggup.
Tak banyak berubah, bahkan perasaan bahagia akan segera tiba sejak batas kota sudah mulai terasa. Kota yg ramai, ramah sapa warga yg gila sepakbola.
Tiap fragmen cerita persis mengulang semua tanpa cela, namun ada bagian - bagian yg tak berjalan sesuai skenario yg ada. Tak ada lagi kita, hanya kau & aku, yg dipisah tanda baca.
Dan kisah itupun kembali mendongeng dikepala.
Setelah jauh mengayuh, meyakini bahwa kita punya muara yg sama akhirnya takdir menghadapkan kita pada persimpangan yg membuat bimbang. Kita berdebat panjang, menentukan arah tujuan. Kayuh yg tak lagi seirama membuat perahu kita mudah diombang-ambingkan badai. Kita tak siap dalam sepakat & memilih berjalan secara terpisah.
Lihatlah... aku masih hapal betul tiap kata dalam skrip yg pernah kita tulis bersama. Skrip yg coba kita tulis dengan akhir yg bahagia, mungkin kau & aku akan bahagia pada akhirnya namun tidak lagi sebagai kita.
Terima Kasih, telah bersedia mengayuh bersama, berbagi cerita dalam lembaran-lembaran tulisan yg kita reka bahkan dengan derai air mata. Dan maaf utk waktu yg mungkin saja terbuang percuma saat kita bersama.
Semoga pada akhirnya kau & aku bisa bahagia, meski bukan sebagai kita.
Malang, 07 Februari 2017
Sabtu, 21 Januari 2017
Pada Suatu Senja
Jakarta sore ini,
Jalanan yg mulai ramai
Langit yg berangsur menjadi jingga
Ditemani bising suara kendaraan yg saling berpacu
Ada hati yang masih sabar menunggu diantara kelu & rindu
Jumat, 25 November 2016
MENANG ATAU PULANG!!!!
Pada gelaran AFF 2012 Andik berhasil mencetak gol cantik ke gawang Singapura melalui tendangan bebas. Gol yg sedikit memberikan napas bagi Indonesia karna pada pertandingan pertama hanya bermain imbang 2-2 dengan Laos, 3 poin yg diraih saat itu menjadi pemberi harapan Indonesia bisa lolos ke babak Semifinal.
Seusai pertandingan, ketika diwawancara Andik sempat berseloroh bahwa gol tersebut ditujukan untuk mereka yg membenci Timnas. Terdengar cukup arogan memang, mengingat saat itu banyak nada miring mengenai mereka yg datang membela timnas. Hasil dari AFF 2012 memang tidak lebih baik dari AFF sebelumnya namun hasil dari pertandingan melawan Singapura cukup memberikan semangat baru bagi mereka yg mendukung timnas. Walaupun pada pertandingan terakhir harus kalah dari tuan rumah Malaysia namun semangat juang mereka cukup menjadi oase bagi dunia sepakbola kita yg sedang terbelah.
Malam nanti, Timnas akan kembali menghadapi Singapura pada laga terakhir babak grup AFF 2016, pada laga penentuan tersebut Indonesia harus menang dari Singapura jika ingin lolos ke semifinal & Filipina paling tidak hanya seri melawan Thailand. 4 tahun lalu seusai mencetak gol ke gawang Singapura Andik berujar bahwa gol tersebut untuk mereka yg membenci Timnas. Malam nanti 4 tahun setelah gol indah tersebut bolehlah kita berharap & meminta kepada Andik (Timnas) utk mencetak gol lebih banyak dari Singapura, untuk kami yg sangat mencintai Timnas.
AYO INDONESIA, MENANG ATAU PULANG!!!!!!!
Selasa, 22 November 2016
Alfred Riedl Yang (Masih) Enggan Bermain Dengan Gelandang Betahan
Jumat, 04 November 2016
Awal Mula ; Biasa Yang Istimewa
Minggu, 11 September 2016
(ke) - Yakin - (an)
Dalam sebuah perjalanan yg panjang tentang keyakinan, manusia akan selalu bersinggungan dengan persimpangan yg akan mempertanyakan/menguji kembali keyakinannya. Persimpangan yg mengaburkan arah perjalanannya mengenai keyakinan.
Contoh sangat sederhana adalah tentang perjalanan yg akan ditempuh menuju sekolah, tempat kerja atau apapun itu. Begitu banyak cabang jalan yg akan ditemui, yg kadang mungkin menggoda untuk dicoba. Alasan dari mencoba arah baru tersebut tentu beragam, menghindari macet, jalannya lebih baik secara fisik atau mengelak dari petugas lalu lintas yg "licik".
Selalu ada alasan yg dirasa kuat untuk merubah rute perjalanan untuk meraih tujuan. Kadang bimbang menyelinap datang, berbisik busuk tentang arah & tujuan. Menguji seberapa besar keyakinan tentang pilihan yg telah diputuskan dengan pertanyaan - pertanyaan yg kadang terdengar menggelikan namun juga menguatkan.
Keyakinan adalah ruang dimana segala pertanyaan yg kadang sukar utk dicerna akal sehat hadir dengan menuntut jawaban.
Seperti Nabi Ibrahim yg dalam perjalanannya meyakini (ke)-Tuhan-(an), sang maha kuasa pemilik semesta.
Keyakinannya mengenai Tuhan diuji dengan pertanyaan (perintah lebih tepatnya) untuk menyembelih anaknya sendiri, Ismail. Nabi Ibrahim menerima perintah tersebut melalui mimpi (betulkan jika saya salah). Mimpi - mimpi yg hadir tiap malamnya.
Butuh waktu bagi Nabi Ibrahim untuk menafsirkan semua mimpinya itu & meneruskan ke anaknya sendiri bahwa ada perintah dari Tuhannya mengenai penyembelihan tersebut.
Kita semua tahu akhir dari cerita itu.
Atas keyakinannya yg kuat terhadap tujuan yg ia buat, Tuhan mengganti Ismail anaknya dengan domba. Sebuah peristiwa besar dalam sejarah umat (Muslim) dunia yg mengajarkan bahwa dalam proses perjalanan mencapai tujuan ada kepatuhan - kepatuhan yg harus dijalankan dengan penuh kerelaan.
Perintah penyembelihan adalah bagian dari persimpangan yg ditemui oleh Nabi Ibrahim dalam mencapai tujuan yg ia yakini, Allah SWT.
Simpang jalan yg cukup "menggelikan" tersebut berhasil di lewati dengan elegan oleh Nabi Ibrahim.
Dalam perjalanan, akan selalu ada simpang yg akan mempertanyakan arah & tujuan yg terkadang menuntut kita untuk melepaskan hal - hal yg dikira baik. Butuh jernihnya pikiran & kuatnya keyakinan utk mencerna setiap persimpangan yg ditemui.
Karna terkadang yg salah bukanlah arah yg dipilih namun bisa jadi tujuan yg telah ditentukan. Dalam proses untuk menemukan, akan banyak hal - hal baru yang hadir memberikan sudut pandangan berbeda mengenai tujuan yg telah ditetapkan. Yg bisa jadi akan menggeser tujuan lama dengan destinasi yg baru.
Dan saat itu terjadi, butuh kerelaan yg cukup besar untuk melepaskan hal yg dikira baik demi kebenaran (kebaikan) yg belum diketahui.
Setiap kehilangan pasti menyisakan ruang utk diratapi. Namun, meminjam frasa Adimas Imanuel, "setiap kehilangan bukan tentang kemungkinan bersedih karena tetapi kepastian berbahagia tanpa".
Setiap keyakinan yg dijatuhkan haruslah menghadirkan kebahagiaan sebagai lakon utamanya. Untuk apa melakukan perjalanan yg begitu melelahkan & melibatkan pertentangan jika bukan kebahagian yg menjadi ganjaran.
Yaa.... pada akhirnya setiap keyakinan yg diyakini haruslah berlandaskan tujuan akan kebahagiaan... yang hakiki.
Seberapa yakin kamu dengan keyakinan yg kamu yakini sekarang ?






